Skip to main content

Pengalaman Diopname (part-2)


Tahun 2013 aku mulai mencoba pengobatan alternatif, awalnya teori tentang kelainan pembuluh darah vena di daerah leher atau disebut CCSVI (Chronic Cerebrospinal Venous Insufficiency). Akhirnya kami berhasil mendapatkan kontak dokter interventional radiologi di Siloam Karawaci yang bisa melakukan tindakan pengecekan CCSVI ini dengan melakukan venography. Dan kebetulannya lagi, dokter radiologi tersebut ternyata mengenal dokter radiologi di Amerika yang menggeluti bidang CCSVI ini. Akhirnya setelah dilakukan venography, hasilnya dikonsultasikan ke dokter Amerika dan didapati kemungkinan aku mengalami CCSVI, tapi tidak ada dilakukan tindakan intervensi.

Akhirnya tahun yang sama, aku menjalani treatment dengan Rituximab yang bertujuan melemahkan sistem imunku, sepulang infus Rituximab yang dilakukan dengan opname beberapa hari di RS Royal Progress, aku dibekali dengan berbagai macam obat antivirus, antibiotik, dll. Setelah itu, aku merasa kondisi tubuhku makin melemah, juga kondisi lambungku makin parah, ga bisa makan pedes, banyak gas, bahkan kalau malam hari suka kembung yang mengganggu tidurku.

Tahun 2014, aku mencoba treatment "brain wash" atau DSA oleh dr. Terawan di RSPAD Gatot Subroto. Hari tindakan bertepatan dengan diumumkannya pemenang pemilu presiden tahun 2014-2019 yaitu Bpk. Jokowi. Hasilnya tidak ada perubahan pada gejalaku.

Tahun 2015, aku mencoba treatment stem cell di klinik Hayandra di daerah Salemba, prosesnya melibatkan pengambilan jaringan lemak di perutku. Kemudian dilakukan ekstraksi stem cell dari jaringan lemak di laboratorium. Setelah terpisah, stem cell-nya kembali diinfus ke dalam tubuhku sebanyak 2x infus. Infus pertama di hari yang sama, infus yang kedua dilakukan sebulan kemudian. Lagi-lagi tak ada perubahan pada gejalaku.

Kemudian di tahun yang sama, aku mencoba treatment dengan sinar uv dan infra red di RS Gading Pluit selama beberapa bulan, tapi juga tanpa hasil.

Tahun 2017, aku melakukan treatment stem cell yang kedua kali, di klinik yang sama, dengan teknokogi ektraksi stem cell yang lebih canggih sehingga bisa didapati jumlah stem cell yang lebih banyak, dan diinfus kembali sebanyak 3x. Juga tanpa ada hasil.

Bersyukurnya waktu itu suamiku masih bekerja di bank dan biaya pengobatanku masih ditanggung oleh perusahaan walau tidak 100%.

Comments

Popular posts from this blog

My Healing Journey (part-1)

  Setelah melakukan diet Medical Medium dari awal 2019 hingga saat ini (September 2026), aku masih belum 100% pulih. Tapi dibanding dengan pengobatan yang kucoba selama ini, baik secara medis maupun alternatif, baru kali ini ada hasil nyata yang kualami berupa perbaikan dari gejala-gejala yang ada di dalam tubuhku. Awalnya tahun 2018, setelah mencoba berbagai pengobatan alternatif dan juga medis yang tidak bisa memperbaiki gejala-gejalaku. Aku merasa kalau aku ga melakukan perubahan apapun dalam hidupku, ga akan ada perubahan yang terjadi dengan penyakitku. Dari situ terpikir untuk mencoba merubah dietku dengan pantang gluten awalnya. Karena aku ga bisa menyiapkan makananku sendiri, juga mama dan pembantuku sudah tua jadi tidak bisa banyak masak lagi, jadi aku mencari katering yang bisa menyiapkan makanan bebas gluten. Akhirnya ketemulah katering paleo diet yang menyediakan menu tinggi protein, sayuran dan sedikit karbo. Aku ingat, protein hewani yang diberikan dalam jumlah jauh l...

Jus Seledri : The Miracle Juice

  Siapa yang pernah mengalami sakit maag? Refluks asam lambung, gastritis, tukak lambung, dan lainnya. Pasti ga enak banget rasanya. Aku pun salah seorang yang lambungnya bermasalah dari sejak SMA. Waktu jaman SMP aku sering mengalami radang tenggorokan, ke dokter, diberi antibiotik. Setahun bs 2x aku radang tenggorokan. Aku ingat pernah kambuh sakit maagku waktu libur kuliah sampai muntah-muntah berhari-hari, banyak gas, ga bisa makan dan berat badan turun. Setelah terdiagnosa MS, aku diberi methylprednisolone (steroid) dosis tinggi yang bisa mengiritasi lambung. Lima kali aku menerima infus methylprednisolone dosis tinggi ini dari awal terdiagnosa MS dan kambuh di tahun 2011 - 2012 . Setiap kali diinfus karena kambuh, prosedurnya 3 hari infus steroid 1gr/hari. Kemudian diturunkan dosisnya pelan-pelan sampai bisa diminum dan akhirnya stop obat, itu makan waktu sebulanan. Jadi sebulan konsumsi steroid terus, berulang sampai 5x. Ditambah tahun 2013 aku mencoba treatment dengan R...

How to Heal

Berita kematian artis Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026 yang lalu cukup mengagetkan walau bukan fans atau follower- nya, tapi aku cukup relate dengan kondisinya. Mendengar kisah perjuangan Vidi melawan sakit kanker ginjal yang diderita selama 6 tahun terakhir, yah aku bisa mengerti bagaimana rasanya, keputusasaan menghadapi gejala yang makin memburuk, ingin menyerah ketika badan ini tak lagi bisa berfungsi, apalagi ditambah rasa sakit yang dialami pasti sangat sulit. Ga akan ada orang yang bisa mengerti, kecuali dia pernah mengalami sakit seperti itu juga. Tapi tahukah kamu, kalau Tuhan ingin kita sembuh? Bahkan Tuhan sudah memberikan obatnya di alam ini, melalui ciptaan-Nya yang sempurna. Bukan obat kimia buatan tangan manusia. Melainkan, tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber makanan untuk tubuh kita dan sebagai obat herbal yang tanpa efek samping seperti obat kimia. Itulah obat sejati yang telah Tuhan sediakan. Seperti dijelaskan oleh Medical Medium dalam bukunya, podcast ataupun so...