Akhirnya tahun yang sama, aku menjalani treatment dengan Rituximab yang bertujuan melemahkan sistem imunku, sepulang infus Rituximab yang dilakukan dengan opname beberapa hari di RS Royal Progress, aku dibekali dengan berbagai macam obat antivirus, antibiotik, dll. Setelah itu, aku merasa kondisi tubuhku makin melemah, juga kondisi lambungku makin parah, ga bisa makan pedes, banyak gas, bahkan kalau malam hari suka kembung yang mengganggu tidurku.
Tahun 2014, aku mencoba treatment "brain wash" atau DSA oleh dr. Terawan di RSPAD Gatot Subroto. Hari tindakan bertepatan dengan diumumkannya pemenang pemilu presiden tahun 2014-2019 yaitu Bpk. Jokowi. Hasilnya tidak ada perubahan pada gejalaku.
Tahun 2015, aku mencoba treatment stem cell di klinik Hayandra di daerah Salemba, prosesnya melibatkan pengambilan jaringan lemak di perutku. Kemudian dilakukan ekstraksi stem cell dari jaringan lemak di laboratorium. Setelah terpisah, stem cell-nya kembali diinfus ke dalam tubuhku sebanyak 2x infus. Infus pertama di hari yang sama, infus yang kedua dilakukan sebulan kemudian. Lagi-lagi tak ada perubahan pada gejalaku.
Kemudian di tahun yang sama, aku mencoba treatment dengan sinar uv dan infra red di RS Gading Pluit selama beberapa bulan, tapi juga tanpa hasil.
Tahun 2017, aku melakukan treatment stem cell yang kedua kali, di klinik yang sama, dengan teknokogi ektraksi stem cell yang lebih canggih sehingga bisa didapati jumlah stem cell yang lebih banyak, dan diinfus kembali sebanyak 3x. Juga tanpa ada hasil.
Bersyukurnya waktu itu suamiku masih bekerja di bank dan biaya pengobatanku masih ditanggung oleh perusahaan walau tidak 100%.

Comments
Post a Comment