Mendengar sepupuku ada yang masuk rumah sakit membawa ingatanku kembali pada tahun 2010-2012 silam ketika aku beberapa kali harus diopname karena sakit MS-ku kambuh. Betapa repotnya suamiku yang ketika itu masih bekerja dan harus bolak balik kantor - rumah sakit setiap hari. Namun, ada juga kisah-kisah kami bertemu dengan pasien lain yang kebetulan dirawat di kamar yang sama karena dari kantor kami dapat fasilitas kamar kelas 1 yang bisa diisi oleh 2 orang pasien.
Pertama kali dirawat itu tahun 2010 di RS Siloam Karawaci yaitu sejak aku terdiagnosa MS, infus steroid dosis tinggi dilakukan selama 3 hari dan tappering off (diturunkan dosisnya pelan-pelan) sampai 2 minggu. Di saat yang sama, suami yang merawatku terkena DB dan akhirnya dirawat juga. Untungnya saat itu, aku masih kuat berjalan dan bisa mengurus suami yang sakit juga.
Kedua kali dirawat di awal tahun 2011 di RS yang sama karena kambuh. Tak lama kemudian, aku resign dari pekerjaanku dan mulai mencoba diet sehat yang waktu itu sempat membuatku merasa lebih baik secara gejala kesemutanku berkurang.
Tapi tak lama kemudian aku kambuh lagi karena gejalaku terasa memburuk lagi, dan akhirnya akhir 2011 aku dirawat lagi di RS Pusat Pertamina. Sejak itu treatment dengan steroid sudah tidak ngefek lagi untuk memperbaiki gejalaku.
Diet sehat yang kulakukan pun tidak kulanjutkan lagi karena pada waktu itu harga sayuran organik masih terbilang tinggi karena masih jarang. Waktu itu aku dan suami berdoa, jika memang harus diet sehat lagi, tolong Tuhan sediakan sayur organik yang murah dan mudah didapat, juga ada tukang masaknya.
Tahun 2012 aku kambuh dua kali dan dirawat di RS Siloam Karawaci lagi dan aku pulang tanpa ada perubahan pada kondisiku yaitu kaki dan badan yang terasa makin berat.

Comments
Post a Comment