Skip to main content

Kondisi Terang


"If you know the truth, the truth will set you free"

Ketika teman-teman berada dalam ruangan yang gelap ketika mati lampu rasanya ga nyaman bukan? Kita ga bisa melihat apa-apa dan ga tau jalan menuju pintu. Bandingkan ketika ada cahaya yang terang dan kita bisa melihat dengan jelas, pasti akan terasa lebih nyaman karena kita bisa melihat area sekitar dan juga pintu.

Begitu pula ketika menghadapi penyakit autoimun yang belum diketahui penyebabnya dan obat untuk menyembuhkannya, rasanya seperti berada dalam ruangan gelap tersebut. Tidak tahu harus bagaimana, hanya menuruti kata dokter dan menerima pengobatan yang disarankan dokter, tidak bisa menyembuhkan hanya bisa meredakan gejala, bahkan muncul efek samping yang tidak diinginkan.

Mendapat pengertian tentang penyebab penyakit autoimun yang sebenarnya, itu saja sudah setengah jalan menuju kesembuhan. Sekarang kita hanya perlu mengeliminasi si "culprit" itu, yaitu patogen (virus/bakteri) dan toksin/racun yang ada dalam tubuh kita.

Sebelum menuju kesana, mari kita berkenalan dengan patogen. Alkisah cerita, pada masa revolusi industri, adalah pihak-pihak yang meneliti virus ini dalam sebuah laboratorium, mungkin juga untuk dikembangkan sebagai senjata biologis atau tujuan lainnya. Virus-virus ini diberikan telur sebagai makanannya karena mereka juga makhluk hidup yang butuh makan dan bisa membuang kotoran juga. Entah bagaimana virus-virus ini bisa terlepas ke dunia luar dan akhirnya bermutasi menjadi varian-varian baru. Dan pada akhirnya virus ini masuk ke dalam tubuh manusia.

Dalam tubuh manusia, virus-virus ini berkembang biak dan bersarang dalam organ-organ tubuh kita, terutama hati (liver) yang bertugas untuk mengumpulkan semua racun yang masuk ke dalam tubuh kita. Virus-virus ini mengkonsumsi racun yang ada di liver dan membuang kotoran yang bersifat toksik juga. Selain itu virus-virus ini juga menghasilkan neurotoksin yang  menimbulkan inflamasi/peradangan pada syaraf. Akhirnya muncullah gejala-gejala yang umum pada autoimun seperti rasa nyeri, brain fog, fatigue (kelelahan), kesemutan, kebas. Ada pula yang menghasilkan dermatoksin yang mengiritasi kulit, sehingga timbullah autoimun pada kulit seperti eksim, psoriasis dan lainnya.

Menurut informasi dari Medical Medium jenis-jenis virusnya seperti EBV (Epstein Barr Virus), HHV (Human Herpes Virus), dan Shingles. Dan sampai saat ini masih belum ada penelitian mengenai virus-virus tersebut.

Sedangkan bakteri yang paling umum adalah Streptococcus yang menyebabkan radang tenggorokan, sinusitis, jerawat, infeksi saluran kencing, SIBO (small intestine bacteria overgrowth) dan cystitis.

Sementara toksin/racun yang berperan seperti logam berat (mercury, tembaga, aluminium, dll), DDT, petrochemical, plastik, bahan-bahan kimia yg sering terkandung dalam berbagai produk yang kita gunakan setiap hari. Toksin ini menjadi makanan bagi patogen di atas sehingga mereka bisa berkembang biak di dalam tubuh kita.

Jadi rumusnya:
PATOGEN + TOKSIN = AUTOIMUN
Itu mengapa ada orang yang mengkonsumsi gluten atau perokok berat, tapi sehat-sehat aja, karena dalam tubuh orang itu tidak ada patogen. Dibutuhkan kedua faktor tersebut, yaitu patogen dan toksin untuk menjadi suatu penyakit autoimun.

Comments

Popular posts from this blog

My Healing Journey (part-1)

  Setelah melakukan diet Medical Medium dari awal 2019 hingga saat ini (September 2026), aku masih belum 100% pulih. Tapi dibanding dengan pengobatan yang kucoba selama ini, baik secara medis maupun alternatif, baru kali ini ada hasil nyata yang kualami berupa perbaikan dari gejala-gejala yang ada di dalam tubuhku. Awalnya tahun 2018, setelah mencoba berbagai pengobatan alternatif dan juga medis yang tidak bisa memperbaiki gejala-gejalaku. Aku merasa kalau aku ga melakukan perubahan apapun dalam hidupku, ga akan ada perubahan yang terjadi dengan penyakitku. Dari situ terpikir untuk mencoba merubah dietku dengan pantang gluten awalnya. Karena aku ga bisa menyiapkan makananku sendiri, juga mama dan pembantuku sudah tua jadi tidak bisa banyak masak lagi, jadi aku mencari katering yang bisa menyiapkan makanan bebas gluten. Akhirnya ketemulah katering paleo diet yang menyediakan menu tinggi protein, sayuran dan sedikit karbo. Aku ingat, protein hewani yang diberikan dalam jumlah jauh l...

Jus Seledri : The Miracle Juice

  Siapa yang pernah mengalami sakit maag? Refluks asam lambung, gastritis, tukak lambung, dan lainnya. Pasti ga enak banget rasanya. Aku pun salah seorang yang lambungnya bermasalah dari sejak SMA. Waktu jaman SMP aku sering mengalami radang tenggorokan, ke dokter, diberi antibiotik. Setahun bs 2x aku radang tenggorokan. Aku ingat pernah kambuh sakit maagku waktu libur kuliah sampai muntah-muntah berhari-hari, banyak gas, ga bisa makan dan berat badan turun. Setelah terdiagnosa MS, aku diberi methylprednisolone (steroid) dosis tinggi yang bisa mengiritasi lambung. Lima kali aku menerima infus methylprednisolone dosis tinggi ini dari awal terdiagnosa MS dan kambuh di tahun 2011 - 2012 . Setiap kali diinfus karena kambuh, prosedurnya 3 hari infus steroid 1gr/hari. Kemudian diturunkan dosisnya pelan-pelan sampai bisa diminum dan akhirnya stop obat, itu makan waktu sebulanan. Jadi sebulan konsumsi steroid terus, berulang sampai 5x. Ditambah tahun 2013 aku mencoba treatment dengan R...

How to Heal

Berita kematian artis Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026 yang lalu cukup mengagetkan walau bukan fans atau follower- nya, tapi aku cukup relate dengan kondisinya. Mendengar kisah perjuangan Vidi melawan sakit kanker ginjal yang diderita selama 6 tahun terakhir, yah aku bisa mengerti bagaimana rasanya, keputusasaan menghadapi gejala yang makin memburuk, ingin menyerah ketika badan ini tak lagi bisa berfungsi, apalagi ditambah rasa sakit yang dialami pasti sangat sulit. Ga akan ada orang yang bisa mengerti, kecuali dia pernah mengalami sakit seperti itu juga. Tapi tahukah kamu, kalau Tuhan ingin kita sembuh? Bahkan Tuhan sudah memberikan obatnya di alam ini, melalui ciptaan-Nya yang sempurna. Bukan obat kimia buatan tangan manusia. Melainkan, tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber makanan untuk tubuh kita dan sebagai obat herbal yang tanpa efek samping seperti obat kimia. Itulah obat sejati yang telah Tuhan sediakan. Seperti dijelaskan oleh Medical Medium dalam bukunya, podcast ataupun so...